Discover fascinating and informative short stories on our blog. From historical events to natural world facts, our random stories will captivate you. Read now and expand your knowledge in a fun and enjoyable way!

Sabtu, 31 Maret 2007

Nogo Bonar jadi 2

Sabtu, Maret 31, 2007 Posted by Tito , ,
sebelumnya kita mengenal nagabonar yang di perankan sangat bai k oleh Dedy Mizwar waktu kita(saya)masih kecil... 1986 dengan predikat film terbaik FFI 1987.
-----------
film yang di sutradarai oleh Dedy Mizwar ini patut untuk di tonton... jangan bayangin ini seperti film2 dedy mizwar sebelumnyah(kiamat sudah dekat).dengan DoP berpengalaman sekelas "Yudi Datau" kita bakalan ngeliat 'point of view' yang bagus...mulai dari makamnya emnaga Bonar jadi 2ak,istrinyah nagobonar (ada juga makam si buyung) kebon sawit.. keren ngambil gambarnyah
film ini mungkin mengangkat tema lebih ke Nasionalisme dengan roman hubungan bapak dan anak...
ada beberapa adegan yang lumyan deep meaning. dimana saat NagaBonar naik ke atas patung Jend. Soedirman dan berteriak agar Jend. Menurunkan tangannya yang sedang hormat... Kena banget! logikanya juga dapet. ngapain Jend. Besar Soedirman Hormat?! siapa yang diya hormatin?! bukannya kita yang harus tegak hormat dengan beliau?
NagaBonar yang notabene seorang "Jendral" memang memiliki nasionalisme yang tinggi... walau hidup di jaman yang berbeda dulu, diya masih mencoba untuk mengikuti dan mengerti bagaimana hidup di jaman sekarang (jaman anaknya). Ada beberapa adegan diya hormat dengan Monumen2 dan makam Pahlawan2 Indonesia... bahkan foto kakek cucu seorang supir bajaj temannya diya hormat...dengan Cover Version Padamu Negerinya Padi dijamin... hati jadi bergetar!! walau agak berlebihan waktu adegan upacara bendera... dari dulu sampe sekarang, gak kena ajah upacara bendera dengan Nasionalisme...gak kongkrit ajah... well mungkin dari dulu waktu sekolah kerjanya ngobrol ketawa2 ato gak ngumopet di kantin kalo upacara hari senen..hehehehe..

coba promosi film ini ditambah dengan dikeluarinnya lagi film Naga Bonar versi pertama... di DVD/VCD atau film di TV.. pasti lebih nyambung dan kena... soalnya kanget banget dengan film naga bonar yang dulu tiap musim 17an pasti stasiun TV ada yang putar, tapi sekarang jarang...
well selamat menonton...
alur ceritanya agak panjang namun gak bikin bosen....

JAya Cinema Indonesia!!

Kamis, 15 Maret 2007

Tentang tobat

Kamis, Maret 15, 2007 Posted by Tito ,
6:51 17/03/2007

Ibunda dari Mahatma Gandhi pernah berujar...
"Segala sesuatu yang kita ambil bukan hak kita pasti sesuatu juga akan hilang dari kita.." kira-kira begitu intinya... ketika mahatma kecil bercerita dia menemukan uang logam dijalan.

trus apa hubungannya dengan saya?!

saya yakin apa yang diucapkan ibunda mahatma bener banget...
dan baru menyadarinya akhir2 ini.
singkat kata, iya saya sering mengambil sesuatu yang bukan hak saya sendiri. _ngaku dosa neh_
yah walaupun dalam pedoman saya, saya bukan mencuri.. yah soalnya yang saya ambil juga benda2 yang gak guna _menurut saya waktu itu_ contohnyah yah.. pernak-pernik hotel,restoran,caffee,bank,ATM,supermarket,kapal feri,kereta api,bus malem...DLL kongkritnya kayak. Asbak Pizza Hut, Piring KFC,Sticker2... trus bonus2 buku dan majalah dari toko buku. CD,gantungan kunci, booklet dll. dan Allhamdulilah gak pernah ketemu satpam selama itu _amin_ :)

trus baru nyadar... banyak kejadian..
pertama.. ATM ilang 2 kali...buku2 mulai ilang2 satu persatu..._mohon bagi yang merasa minjem buku2 saya, sadar_
tapi waktu itu masih belum sadar dan menganggap itu cuman kesialan ajah...

waktu berlanjut dan saya mulai mengambil yang bukan hak saya dengan teknologi... _SMS gratisan_ hmm kira2 saya merugikan Indosat sekitar jutaan rupiah..dengan menyebarkan message centre luar.. dan nomor IM-3 yang 3 bulan tanpa bayar pulsa.
_hmm ini juga saya ngerasa ini kan bikin orang lain seneng... tapi yah tetep ajah itu bukan hak kita... dan yang terjadi adalah Nomor 088 15 40 52072 itu rusak 1 kali, hilang+hapenya 3 kali!! _ini juga baru sadar akhir2 ini.

DAn saya mulai bertekad untuk 'TObat' belum terlambat untuk tobat! ini serius... dan Allhamdulilah berhasil, waktu saya butuh banget CD tutorial untuk bahan ajar, saya bisa untuk meletakkan CD yang sudah di kantong itu... _amin_

dan untuk itu saya juga ganti alamat E-mail (bukan ganti sih tapi kembali ke awal dan seterusnyah) _mang email lu nyolong juga?!_

hmm... kurang lebih begitu...
Email itu (anti_kecoaks@yahoo.com) itu email berbayar. yang bayar Joseph savage dari US. billingnya untuk domain waktu itu (www.gitarkopong.com) --> ditutup.
sebenernyah udah habis tempo, tapi ternyata ketika daftar KPK menggunakan e-mail itu dan ternyata balesannyah...
ALamat email anda bermasalah karena tidak sama dengan nama anda... kami tidak bisa meloloskan berkas Anda.

Damned!! gw lolos berkas KPK jadi staf kreatif gagal gara2 email 'curian'...
kelebihannyah dari email itu saya bisa buka email pake 'Outlook'
gak usah buka2 mail.yahoo.com dan bisa langsung di save jadi file.. hiks. tapi itu bukan hak saya.

itulah kenapa tiba2 saya berganti/merubah Login Yahoo menjadi
Gitar_kopong@yahoo.com... karena saya sudah berTOBAT.

bokap juga pernah bilang..."kamu jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan hak kamu, apapun itu"

dan sekarang saya sadar.
"Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu an memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi Maha Penyayang" (Q.S Al-Maeda : 39)

Minggu, 11 Maret 2007

DEFACE SBY!

Minggu, Maret 11, 2007 Posted by Tito ,

walaupun berita lama (12 Maret 2007) tapi karena fenomena yang dah lama gak muncul... jadinya gw SENENG BANGET

web resmi SBY kena 'DEFACE'
dengan tulisan TriTura ver.Underground Community...

Makin jaya H4CK312 ~~ indonesia ~~

senengnyah.. H4ck312 kmbali turun ke "jalan"



Sabtu, 10 Maret 2007

Tentang friendster (lagi)

Sabtu, Maret 10, 2007 Posted by Tito
ada seseorang dengan bangga berucap kepada sahabatnya: 'Gw udah Sign Out dari Friendster!'
Allhamdulilah...
...mungkin diya sudah 'memiliki HIDUP' (liat tanda kapital)
pada awalnya kita dapat memajang foto2 kita dengan detail profil diri kita. musik kesukaan, bacaaan favorit, hingga 'penawaran2' yang menarik dari kita... such as... 'kalo mo lebih tau banyak add gw ajah'

artikel ini di keluarin mengingat situs friendster makin kuat dan aneh... entah itu isi anggota2nya, maupun fasilitas2nya...
apa fasilitasnya yang aneh mas!?
maksud sayah adalah.. background transparent dan tulisan2 animasi GIF yang warna warni(contohnya: welcome to my friendster) yang bikin orang dskit mata dan entah apa yang menarik dengan mengumpulkannya jadi satu di tumpuk!! duh.
CSS itu bagus ketika kita tahu dan pandai dalam mendesain... tapi kalo CSS itu kita jadiin satu! tumpuk tanpa estetika... jadinya sampah!
Ya Allah.. jangan kita masukkan animasi/background2 keren itu ke web kita hanya karena itu keren. tapi pikirin tentang desainnya, tepatkan yang cocok di tempat yang pas.. masak semuanya animasi yang berkelap kelip!! pusing mata!
---
hal ini saya perhatikan di tempat saya mengajar.. karena siswanya dapat fasilitas internet kapan saja. dan setiap mereka OnLine... langsung ke www.Friendster.com. Add testimonial. yang tiap hari di UPDATE?! lucu gak sih TESTIMONIAL Friendster yang 'Gak pernah isinya jelek, dan terlalu JUJUR' itu di UPDATE!?!?! he?! tentang seseorang diupdate tiap hari?! dan yang lebih bodohnya.. Yang diupdate TESTINYA ada satu ruangan sama diya. satu kampus!!?!? dan yang lebih bodohnya lagi. kenapa itu di bahas selesai mereka OL.. testi lu kok gitu?! lu kok gak ngasi gw testi.. Ya Allah... waktu mereka yang berharga di internet untuk hal seperti ini?!?!
---
fakta yang di dapet dari FS
1. manipulasi KESAN.
bukan hanya dari teks profile... tapi foto mereka pun MAnipulasi KESAN diri mereka!
2. Testimonial yang terlalu JUJUR
ada gak sih testimonial yang isinya..
"Si xxx ni orangnya sombong. gak pernah ngertiin keadaan orang lain. arogan. suka ngeremehin orang lain. kadang2 suka bohong."
3. SHOW OFF karakter manipulatif.
maksudnya adalah bahwa mereka membangun karakter yang sesuai dengan keinginan mereka mau...orang lain lihat. dan merek menunjukkannya dengan berlebihan...berlebihan?! iya berlebihan.. lihat ajah TEsti + foto2 Cyutnyah... gak cowok gak cewek!!
4. orang yang hanya menghabisakan waktu di Freindster.com orang yang gak punya hidup di dunia nyata.... (bukan maksudnnya sok2an 'down to earth') tapi get real!! taruhan mereka buat account e-mail ajah gak bisa... dan taruhan ada login FS-nya dibuatin orang!! bandingkan dengan yang tidak menggunakan FS... kenapa?! karena mereka gak ada waktu untuk itu. dan mereka tidak butuh SHOW OFF+Testimonial2 dari orang lain. kenapa?! karena mereka punya banyak TEMAN yang bener2 NYATA!!
berkomunikasi dengan NYATA!!
---------
i'm SUICIDE @ FS!!

---
*bergidik jijik*
hiiiii... friendster...
sorry you guys, friendster users.
jujur ya.
saya sangat amat jijik sama oRaN9-oRAn9 y9 n9eTikNyA
bEgiNi. gEdE keCiL, 9eDe kEciL...
orang2 yang sok gaul, dan bangga atas dirinya.
ce2 yang dengan bangganya memajang poto2nya yang kyut
supaya orang2 ngeadd.
co2 metroseksuals yang juga SoK 9AuL...
para AGJ dan para wannabeS.
bahkan ada yang sebenernya ngga bisa buka imel, tapi
minta bikinin account friendster.
sungguh nista sekali.

*lagi2 merinding sambil mual2*

lagi2 sorry guys kalo kesannya saya, narrowmindedly,
memukul rata pendapat saya tentang friendster, tapi
itulah yang bikin saya dari dulu ga suka sama yang
namanya friendster. puty bukan asal2an ngomong. i once
signed up, then OFFFOREVER.

"Friendster is the fun and safe way to organize your
social life"
no thanks

Kamis, 08 Maret 2007

...jarak...

Kamis, Maret 08, 2007 Posted by Tito ,

sebelum ada mata
waktu adalah batu
mataku bertemu matamu
waktu hanyalah kali kala itu
menunaikan tugasnya satu
lahir dan hadir untuk mengalir
mataku bertamu di matamu
waktu adalah danau
air berhenti mengalir
tak ada rasa khawatir
matamu kumau mataku
waktu meluas jadi lautan buas
dan tiba-tiba tak ada yang pasti
kecuali satu; semuanya barangkali
matamu meninggalkan mataku
waktu tinggal endapan
dan segala adalah ingatan
samar kusebut kenangan
pada akhirnya akan tiba
matamu dan mataku buta
mau bersatu, aku dan kau tabu
air lenyap dan waktu kembali batu

_ngutip(L) (lagi-lagi)_

Rabu, 07 Maret 2007

Nasionalisme

Rabu, Maret 07, 2007 Posted by Tito ,

Mengapa bangsa Indonesia selalu (dianggap) tertinggal dari bangsa-bangsa lain, khususnya dari bangsa eropa atau Amerika Utara??

Terlepas dari apakah ketertinggalan itu memang benar adanya, satu hal yang saya amati, ketertinggalan, keterbelakangan, dan perasaan inferior itu justru ada dalam benak dan otak bawah sadar bangsa Indonesia sendiri.

Maksud saya begini. Sebuah bangsa yang merasa tertinggal, normalnya, akan selalu memacu diri untuk tidak lagi tertinggal. Suatu bangsa yang menyadari identitasnya, semestinya, akan menolak untuk menjadi inferior dibanding bangsa lain. Dan sebagai konsekuensi, akan terus memperbaiki diri untuk sekedar memiliki perasaan sejajar dengan bangsa lain.

Saya tidak mau mengatakan bahwa bangsa saya yang saya cintai ini, bangsa Indonesia, bukanlah satu bangsa yang ”normal” dalam ukuran saya itu. Yang hanya ingin saya pertanyakan adalah, mengapa bangsa ini sudah menyerah sebelum bertanding. Mengapa inferioritas dianut secara sukarela?

Kondisi terjajah oleh Belanda selama 3,5 abad lamanya bisa jadi berperan besar dalam hal ini. Pada masa penjajahan ini, bangsa pribumi memang diposisikan sebagai kasta terendah dalam struktur sosial. Tertinggi, tentu bangsa kumpeni dari ras kaukasus. Setelah itu, bangsa kulit putih lain yang non-kumpeni. Strata berikutnya diisi oleh kaum pedagang tionghoa, india, dsb. Setelah itu baru kalangan pribumi yang memilih untuk tunduk pada penjajah dan menjadi perpanjangan tangan mereka. Ini termasuk kalangan pejabat, pangreh praja, dan sebagainya. Setelah itu, barulah kalangan rakyat jelata.

Pasca-penjajahan, toh ternyata struktur sosial itu masih bertahan dalam benak bawah sadar bangsa Indonesia.

Entah kenapa, ada satu pemahaman umum bahwa bangsa eropa, atau bangsa apapun yang memenuhi kriteria untuk disebut ”bule”, adalah bangsa yang beberapa tingkat diatas bangsa Indonesia. Atas dasar itu, kemudian kita (bangsa Indonesia kebanyakan) menganggap bahwa kita tidak sebanding dengan mereka, dan bahwa mereka perlu diperlakukan berbeda dengan cara kita memperlakukan bangsa sendiri. Bahkan, secara tak sadar, muncul fenomena rendah diri sebagai bangsa.

Pada poin ini tentu akan ada pertanyaan : ”mmmmm.... wan... LU NGOMONGIN APA SIH??”

Satu ilustrasi, pengalaman pribadi...

Bulan Februari lalu, saya ditugaskan oleh kantor saya untuk mengikuti sebuah workshop di Yogya. Karena pelaksanaannya juga didanai oleh sebuah lembaga donor asing, tentu juga ada beberapa peserta workshop yang berkewarganegaraan asing. Eropa lebih tepatnya. Saya kurang tahu, mungkin Jerman atau Kanada.

Pada hari ke-2 dan ke-3 workshop, praktis perwakilan kantor saya ini hanya saya sendiri, berhubung bos-bos langsung menuju Jakarta lagi pada hari pertama. Dan karena kadang perlu opini yang mewakili (ato minimal ada suaranya lah) dari kantor, saya memberanikan diri untuk terlibat aktif dalam diskusi-diskusi yang terjadi.

Dalam diskusi-diskusi tersebut, ada satu fenomena yang cukup lucu (kalau tidak mau dibilang menyedihkan). Saya perhatikan, peserta workshop senang sekali mendebat atau menyanggah opini atau pendapat dari rekan peserta lain, yang berasal dari daerah, atau pokoknya orang Indonesia. Tapi kalau yang beropini atau mengarahkan rapat itu adalah kedua bule tadi, tiba-tiba semuanya diam, mengangguk-angguk tanda setuju, dan tidak mendebatnya. SELALU mendukung.

Maka saya pun mengadakan sebuah eksperimen sederhana.

Ada sebuah opini dari saya yang ditolak, dibantah, atau tidak ditanggapi oleh peserta workshop. Entah ini karena memang opini saya yang buruk, atau karena sejak awal saya dipandang sebagai ”anak bawang” (berhubung paling muda). Bukan berprasangka buruk, tapi saya agak kesal saja kalau setiap ada yang menyanggah selalu dikaitkan dengan ”pak Awan ini kan masih belum banyak pengalaman, blablabla”.

Maka pada waktu sesi istirahat makan siang, saya mencoba berbincang dengan kedua bule tadi (saya perhatikan cukup jarang yang ngobrol bersama mereka. Kalaupun ada, biasanya sekedar mengangguk-angguk saja). Saya coba komunikasikan opini saya yang ditolak forum tersebut pada mereka. Dan ternyata mereka sedikit banyak sependapat dengan saya. Mereka juga ternyata memperhatikan fenomena yang saya perhatikan tadi. Mereka sadar kalau setiap perkataan mereka seringkali dianggap sebagai ”kebenaran mutlak” tanpa kritisi. Mereka bahkan telah bereksperimen juga. Salah seorang diantara mereka telah mengajukan opini yang, secara sengaja, salah. Diterima. Yang lain, menyanggahnya dan mengkoreksi. Diterima juga.

Maka saya coba meminta mereka untuk mengajukan ulang opini saya di forum.

Forum kembali dimulai, dan kedua bule itu mengajukan opini saya.
Hasilnya? Yap, benar sekali saudara-saudara. Diterima tanpa keraguan. Kami (saya dan kedua bule) senyum-senyum saja. Tentunya, senyum saya itu tak lebih dari senyum kekecewaan.

Fenomena serupa bisa kita perhatikan di media massa, yang notabene membentuk atau terbentuk dari pemahaman masyarakat secara luas atas suatu hal.

Acara-acara semisal ”Bule Gila” atau ”Turis Dadakan” misalnya.

Bisa kita perhatikan, betapa orang akan terbengong-bengong saat melihat seorang bule menjadi sopir bajaj, bule menjadi tukang sapu, tukang daging, tukang jahit, tukang sate, tukang rokok, pengamen. Lha sekarang pertanyaannya adalah, “emang apa yang aneh sih??” Bukankah di negara asal mereka pun ada tukang jahit, tukang daging, tukang sapu jalan, dsb??? Lalu kenapa aneh saat mereka jadi tukang sate disini??

Atau kita merasa bahwa pekerjaan semacam itu “hanya cocok untuk pribumi” atau “orang bule gak pantas (atau gak mungkin) melakoni pekerjaan semacam itu”??

Lalu mengapa kita merasa hanya pribumi yang layak untuk pekerjaan-pekerjaan tadi??

Atau dalam Turis Dadakan misalnya, saya benar-benar sedih melihat bagaimana kaum miskin kota seolah “rela diperlakukan bagaimana saja” oleh seorang bule. Oke, saya senang melihat mereka bisa berbahagia, merasakan liburan mewah, dsb. Tapi saya kurang suka melihat salah satu episode dimana si bule membeli kerupuk banyak sekali dan temannya (yang diajak liburan itu) disuruh membawa semua belanjaannya, lalu salah satu kerupuk itu disuruh dibawa dengan cara digigit. Ini apa maksudnya?? Lha kok mau-maunya seperti itu??

Contoh lain, iklan. Iklan wafer Tango mungkin bisa kita jadikan contoh. Di salah satu iklannya, dikisahkan seorang pahlawan bertopeng menolong dua anak kecil. Si pahlawan bertopeng tergiur melihat wafer tango sehingga melepas topengnya untuk memakan wafer tersebut, dan si anak kecil bisa mengambil fotonya. Seperti bisa ditebak, entah kenapa, pemeran pahlawan bertopeng itu adalah, seorang bule.

Pada episode lain (masih wafer Tango), dikisahkan seorang ilmuwan yang sepertinya dianggap memiliki resep rahasia kenikmatan wafer Tango ditawari sejumlah uang oleh sebuah perusahaan orang bule untuk bekerja pada mereka. Si bule yang memimpin perusahaan itu terlihat sangat menyukai wafer Tango. Adapun si pemimpin perusahaan itu bisa saya simpulkan sebagai bule adalah karena tiga perkataan (yang mana sepanjang iklan itu memang hanya itu dialog yang keluar), yaitu : ”Please”, ”Join us!!”, dan ”Switch to plan B !!!”.

Iklan lain, produk air mineral yang saya lupa namanya, tapi memakai Dave Koz sebagai bintang iklannya. Dan iklan-iklan lain yang bisa anda sebutkan sendiri.

Terhadap iklan-iklan semacam ini, saya hanya bisa bingung, kenapa sih harus pakai model bule atau kalaupun tidak, kebarat-baratan???

Semoga bukan karena ingin menimbulkan pemikiran semacam : ”tuh, liat, bule aja suka, berarti kita juga harus suka dan beli produknya...bule aja suka gitu loh...”

Karena kalau memang pemikiran seperti itu yang ingin ditimbulkan, bukankah itu agak-agak merendahkan selera/cita rasa bangsa sendiri? Atau minimal, terlalu mengagungkan selera bangsa lain.

Selain itu, pemahaman umum mengenai ”kecantikan” pun sepertinya telah terglobalkan oleh paham itu. Silakan lihat di sinetron-sinetron atau film Indonesia. Berapa banyak artis-artisnya yang secara global memang dianggap ”cantik” menghiasi layar kaca kita? Kalo nggak bule, ya indo. Tentu, ini tidak termasuk sinetron-sinetron semacam Rahasia Ilahi ya. Dikerubuti belatung atau muntah-muntah darah ketika mati nampaknya masih menjadi milik muka-muka asli Indonesia, bukan muka indo.

Sebagai penggemar sepak bola nasional, tentu saya pun harus menyinggung perkara terlalu diagungkannya pemain asing di tanah air kita ini. Kalau dalam konteks ini, tidak hanya eropa, tapi semua pemain asing dari negara manapun, seolah selalu dianggap paling jago di suatu tim. Kalau begini terus, kapan pemain muda kita akan terbina??? Akibatnya sudah jelas kan? Kita selalu kalang kabut dalam memilih pemain timnas sepak bola. Ya bagaimana tidak kalang kabut kalau di liga sendiri, pemain-pemain terbaik di semua posisi didominasi oleh pemain asing. Pemain nasional perlu diberi kepercayaan dan kesempatan bersaing yang adil !!

Saya bukan bermaksud rasis. Saya membenci rasisme. Rasis seringkali dipahami sebagai pemahaman yang merendahkan atau menganggap ras lain lebih inferior. Saya hanya mengungkapkan kekhawatiran saya bahwa yang terjadi pada bangsa Indonesia terhadap bangsa lain (khususnya eropa, Amerika, dan lain-lain) adalah kebalikan dari Rasis, yaitu fenomena rendah diri secara bangsa (ke-rendah diri-an sosial), dimana suatu bangsa secara bawah sadar memandang dirinya lebih inferior dibanding bangsa lain. Kalau fenomena ini yang terjadi, kapan bangsa ini akan maju???

Pada dasarnya, saya ingin mengajak kita semua untuk kembali pada fitrah kita semua sebagai manusia. Tidak ada segolongan manusia yang lebih rendah maupun lebih tinggi dibanding golongan lain, kecuali diukur dari tingkat keimanan dan amalan-amalannya. Itu saja. Kalau kembali ke pemahaman ini, tentu tidak perlu ada rasisme, dan tidak perlu ada sifat minder dalam satu bangsa. Tidak perlu ada yang merendahkan suku bangsa lain, dan tidak perlu ada yang merasa rendah dibanding suku bangsa lain. Semua sama dihadapan Allah, dan karenanya, semua bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk maju, kalau bangsa itu mau bermimpi dan berusaha.

Merasa tertinggal dari bangsa lain sah-sah saja. Bahkan itu adalah sesuatu yang baik, karena kalau kita tidak sadar bahwa kita tertinggal, kita tidak akan terpacu untuk maju. Yang penting, jangan sampai memandang bahwa bangsa kita lebih rendah dari bangsa lain. Itu saja. Beda lho merasa tertinggal dengan merasa diri lebih rendah. Satu yang pasti adalah kebalikannya: jangan sombong! (lha, gak nyambung...)

ditulis oleh

Awan Diga Aristo|

Kamis, 01 Maret 2007

....

Kamis, Maret 01, 2007 Posted by Tito ,
mata mengatur cahaya
cahaya mengukur jarak
mataku tak mengenal matamu
jarak adalah matahari, jauh tak terjangkau
mataku melihat matamu
jarak adalah bintang, jauh memukau
mataku memasuki matamu
jarak adalah bulan, hangat di dekapku
mataku adalah matamu
jarak adalah gelap, hanya aku dan kau
matamu keluar dari mataku
jarak adalah neraka, tak bisa kubayangkan