Discover fascinating and informative short stories on our blog. From historical events to natural world facts, our random stories will captivate you. Read now and expand your knowledge in a fun and enjoyable way!
Senin, 31 Maret 2008
Sabtu, 29 Maret 2008
Ketika graffiti bukan lagi sebuah perlawanan

Di bandarlampung ada sekelompok orang yang mencap dirinya sebagai LSA (lampung street art). Mereka membomb beberapa tembok didaerah bandarlampung. Karya mereka mendapat ’perlawanan’ dari kelompok lainnya, mereka ’menghujat LSA dengan membomb tembok mereka dengan kata ’graffiti adalah perlawanan’ dan di ’stensil’ dengan ’bomb atom’. Namun sehari kemudian tembok mereka kembali keluar dengan coretan terbaru. Dan dibalas hujatannya dengan kata ’area graffiti dengan kebenaran’ dan kembali ’berpesan’ dengan membomb di beberapa tempat yang intinya mereka hanya ingin berkreasi saja. Seorang teman sempat mengajak LSA berdiskusi dalam suatu acara, menurutnya LSA seharusnya menjadi wadah induk bagi semua kelompok2 street-art di bandarlampung. dan mereka (LSA) konon mendapat dukungan dari ’aparat-aparat’ berwenang untuk ’mengotori’ tembok-tembok kota, ini yang bisa memberikan mereka akses untuk mem-bomb tembok2 strategis dan berlenggang-lenggang saat mem-bomb tanpa takut di ’garuk’. Mereka hanya sekumpulan pemuda-pemuda yang punya bapak kaya, Kata temanku tadi. Lucunya lagi mereka membuat ini sebagai organisasi, dimana pasti ada ketua,wakil,anggota mungkin AD/ART.
graffiti satu fenomena tersendiri telah menjadi satu trendi masyarakat. Terlepas maksud dan tujuan dari graffiti action tersebut, baik untuk pure seni ata u yang memang ditujukan sebagai bentuk protes.
“Pasar” tetap jeli. Dia melihat fenomena dan besarnya antusias akan sesuatu hal, maka dia akan menjadikan hal itu sebagai komoditi untuk mendapatkan keuntungan baginya. Tak ada larangan memang mengenai hal ini, mengenai apa yang hendak dilakukan oleh “pasar” itu.
Kondisi seperti ini memiliki dampak berbeda bagi graffiti. Pertama, Graffiti akan banyak peminatnya, namun disisi lain graffiti telah menjadi barang dagangan. Untuk yang kedua, tentunya sangat buruk dampaknya bagi graffiti. Karena graffiti, seperti halnya hakekat dari seni yang bertujuan untuk ekspresi bebas dan tidak untuk diperjualbelikan. Jika hal ini terus berlanjut, mungkin kita tak akan heran satu saat, untuk melihat ’coretan’ graffiti harus mengeluarkan sejumlah uang.
Untuk melakukan perlawanan terhadap proses penghianatan terhadap graffiti sebagai seni, yang seharusnya tidak diperlakukan sebagai ’dagangan’ adalah graffiti itu sendiri. Graffiti yang sejati akan melakukan perlawanan atas kondisi ini. Coretan tembok-tembok publik pun akan sesak dengan berbagai macam protes. Bukan Cuma protes terhadap kondisi dimana graffiti menjadi komoditi, tapi juga protes terhadap sistem yang mem buat graffiti menjadi komoditi.
Ketika protes itu telah sampai kepada titik perlawanan terhadap sistem, maka graffiti tidak akan berjalan sendiri. Dia kan diiringi oleh manusia-manusia yang menjadi korban dari sistem ini.
(disarikan dari {Grafiti Action:“Sebuah Kontroversi, Antara Seni, Perlawanan dan Vandalisme”} - Alfa Gumilang)
”diawali dengan ’lambang anarki’ masuk MALL, wajah Che- menjadi Sablonan distro, Mohawk jadi tren gaya rambut. Medio Perlawanan-pun lambat laun akan habis oleh kapitalisme”
Logo Visit Indonesia Year 2008
- Bentuk Logo dari konsep Garuda Pancasila sebagai dasar Negara.
- 5 Garis mengggambarkan 5 Sila. Garis dan Warna yang berbeda merupakan simbol diversity Indonesia.
- Bentuk dan warna yang dinamis penggambaran dinamika Indonesia.
- Typografi Logo mengambil elemen otentik Indonesia dengan sentuhan modern.
Visit Indonesian Year 2008
Sebuah kampanye untuk Tahun Kunjungan Wisata Indonesia tahun 2008 banyak menimbulkan kontra.
Kampanye yang ’kasat mata’, dan tidak serius.
Logo kampanye dan slogan mulai di ’sebarkan’ dicantumkan dalam Print-Ad beberapa perusahaan besar dan event di Indonesia baru-baru ini.
Masalah logo sendiri juga menimbulkan kontra
’tuduhan’ menjiplak kampanye serupa negara Malaysia tahun 2007.
Bentuk logo kampanye sekarang menggunakan siluet Burung Garuda yang dituding ’se-ide’ dengan siluet Bunga Raya pada logo kampanye Malaysia tahun 2007.
‘se-ide’Celebrating 50 Years of Nationhood” pada kampanye Malaysia, perbedaan hanya pada angka, yang satu 100 dan 50.
Lalu kesalahan Grammatikal pada Celebrating 100 Years Nation’s Awakening
Nation’s diubah menjadi National.
Ini juga di ‘hujat’ dulu baru ada perubahan.
Duh malu-maluin ajah…
Mau keliatan keren, tapi kere. Mau keliatan pinter tapi enggak bisa.
Kayaknya yang jadi objek utama
Banjir, Lumpur,Kemiskinan,kampanye2 PILKADA.
Program yang 17 tahun lalu berhenti kini jalan lagi.
Apakah ada perkembangan dari pariwisata Indonesia?
Hmm.. tapi gw suka sama logonya. (dkasih berapa duit yak yang bikin?)
Rabu, 26 Maret 2008
Mainan Baru!



program ini adalah program 3D model sketsa, jadi kita bisa menggambar sketsa 3Dimensi, baru nyobain program ini, tapi gak semuanya maklum peralatan yang tidak memadai jadi baru bisa ’gambar’ yang dibawah. Versi yang gw coba 6.0.
hmm mungkin sama ajah kalo kita pake Engine renderer FinalToon di 3DsMax tapi 3dMAX kan software yang harus kita bajak kalo mau pake..hehehe
silakan cobain sendiri, main kerumahnya di http://sketchup.google.com/
Sumatera Barat II

Area lembah Harau yang bertabur air terjun benar-benar pemandangan yang sejuk dimata. Lukisan alam yang hmm keren dah!! Setelah berhenti di lokasi titik echo setelah lelah saut-sautan dengan suara sendiri kita lanjut perjalanan. BTW kita jalan dengan mobil Dinas perhubungan sana jadi gak pake bayar Tiket masuk, hmm HTMnya ga tau, gak sempet nanya. Kita masuk semakin jauh, kita berhenti lagi di lokasi air terjun pertama. Posisinya di sebelah kanan jalan raya! Kita berhenti dan mulai menaiki bukit yang disediakan tangga, sekitar 300 meter keatas. Dan dari sini kita bisa melihat sejauh mata memandang bukit dan belahan-belahan tebingnya... hmm danau singkarak keliatan walau jauh.. hmm.. it’s so nice!
Hmm penyesalan peralatan dokumentasi kita tak memadai keluar lagi : (
Foto-foto sebentar kita berangkat lagi, kali ini kita ke tempat air terjun lagi. Letaknya agak masuk kedalam dari jalan raya. Disana ternyata ada 3 titik air terjun yang berdekatan jaraknya (sekitar 200 meter) dengan ketinggian sekitar 100-200 meter. Air dingin mengalir deras. Dibawah banyak batu-bati besar, lumayan buat terapi pijat alami... kita semua cuman nyicip 2 titik air terjun, karena udah kecapean. Dan akhirnya kita makan siang. Soalnya kita ngebontot... kita makan di warung yang lagi tutup. Laper kita makan lahap. Sampe kenyang.
Selesai berendam di air terjun, pulang kerumah, siap-siap lanjut perjalanan. Rencananya kita ke Bukit tinggi, mau liat Jam Gadang, beli Oleh-oleh. Berangkat sekitar jam 1 siang. Dan ternyata kita berpisah dengan Kijang Super ’ngebut itu’ kita bakal dianter dengan Mobil DISHUB tadi, Uda the driver masih capek mau istirahat, jadi nanti kita dijemput disana nanti.
Berangkatlah kita dengan keadaan yang lebih baik, mobil nyaman, AC, luas dan full music. Hmm kita terlelap dialunan musik Imanez. Dan 30 menit kemudian kita terbangun Imanez pun berganti Dangdut REMIX. Kita di turunin di Bukit tinggi di Lobang Jepang, hmm tempat pariwisata dengan pemandangan Lembah. Konon tempat bekas para pejuang Jepang bersembunyi atau tempat romusha dulu. Lupa. Tiket masuk 3500. disana banyak banget monyet2 berkeliaran... jadi kadang-kadang bungkusan yang kita bawa diincer. Istirahat, fot0-foto kita akhirnya jalan kaki menuju pasar atas, menuju jam gadang. Tempatnya sejuk banget. Menanjak, ketemu patung bung hatta, foto lagi. Dan akhirnya kita di jam gadang square. Akhirnya ngeliat sendiri jam gede ini. Disekelilingnya taman, banyak anak-anak muda pacaran, anak kecil sama ibunya main. Kayak taman kota di sekelilingnya pasar cinderamata, ruko, bahkan ada calon mall yang dibangun disana. Ada beberapa delman juga. Jam gadang ini yang bikin unik adalah angka romawi pada angka jamnya salah.. ditulis – IIII – untuk angka 4 pada semua sisi. Foto-foto sebentar, hujan masih rintik dan kita masuk ke sarang cinderamata, kita mengharapkan dengan membawa orang lokal kita bisa menang dalam tawar menawar. Hmm ternyata waktu berlalu, toko dah dari ujung ke ujung lagi, kae gak bisa melawan... kita pun menyerah, dan hanya puas dengan membawa beberapa gantungan kunci jam gadang, tas anyaman, sepatu, baju kaos. Ternyata orang-orang padang tetap pada pendirian mereka, susah ditawar!
Hmm tapi , sepakat. UNI-UNI bukit tingi hmm bikin adem. Senyum manis dibalik kerudung... 1 pemandangan yang indah lagi hehehe.
Kaki capek hampir magrib kita keluar pasar, duduk di warung dan mesen makanan. Kita mesen mie ayam baso (duh jauh2 ke bukit tinggi makan mie ayam ??)
Duduk dan mulai itung2an keuangan. Dan dapet kesimpulan, kita bangkrut! Anto bahkan gak ada ongkos pulang, tito pas buat ongkos pulang. Capek akhirnya jemputan dateng, kita pun kembali ke Sang kijang Super biru. Melanjutkan pulang ke kota Padang. Kita pun melaju dengan kecepatan entah berapa, dan anto mulai kembali pusing. Mabok. Uda cuman membujuk dengan bilang, ntar lagi sampe to, tahan ajah. Hehehe dari 1 jam sebelum kita bener2 sampe...hehehe. 2 ½ jam kita sampai rumah...hmmm dengan selamat! Alhamdulilah. Dengan kecepatan dan keadaan mobil yang begitu kita benar-benar bersyukur! Sampai rumah, mandi, makan, tidur lelap! Dengan lapang ’Secara’ rumah sudah dikuasai kita. Dan pagi hari kita sudah siap-siap untuk pulang, pergi meninggalkan Ranah Minang. Kita milih lewat darat. Bukan karena alasan apa-apa cuman uangnya cukupnya buat naik bis, hehehe. Ari, Lisa, Anto, Tito berangkat dengan Lorena. Perjalanan darat bikin pusing, jalan melingker-lingker susah tidur. Tapi lumayan kita lewat Jambi. Selesai perjalanan dari Sumatra Barat. Pengalaman yang indah. Dan aku pun turun di Palembang kawan yang lain terus lanjut sampai BandarLampung , di palembang ini beda lagi petualangannya...
Lain ceritera..hehehehe.....
Mau jalan2?? Punya temen di Padang? Nabung, berangkat!
Minggu, 16 Maret 2008
Sabtu, 15 Maret 2008
Jurnal Perjalanan Bandar Lampung – Padang (14 April-19 April 2007)
Akhirnya…..rencana yang telah dibuat dari bulan Januari terlaksana juga, travelling ke Ranah Minang (sekedar untuk diketahui, rencana awal kita adalah ke Yogya, tapi karena bujuk rayu seorang minang dan kekasihnya, rute langsung berubah………dasarrr………). Formasi awal kami adalah Ferari “pegawai honor” Khadapi, Tito “dosen griyacom” Doni Asmoro, Rofianto “pura-puranya aktivis partai”, Febriansyah “yang punya misi ke padang”, Ari bae “gimbal”, Rino “si tukang foto”, dan Lisa “Jawa-Metro”. Sayangnya tiga hari menjelang berangkat, Ferari mendapat tugas “negara”, mengawal bosnya ke Jakarta. Bosnya itu emang gak tau diri, dia gak tau apa kalo ferari mau kepadang, kalo bukan pegawai honorer aja…………………untung ferari sadar kalo dia masih honor dan baru aja masuk, jadi masih harus jadi anak penurut………………..
Rencana tetap harus jalan, walau satu orang harus mundur dari medan perjuangan, karena tiket sudah dipesan jauh hari sebelum uang untuk bayar tiket didapat. Dan perjalanan itu dimulai…………………..
Dari Bakti Kedaton 56, berangkat pukul 20.00 wib, kira-kira… dengan 3 backpacker dua pulangkampung-pack –style (tas jinjing gede) hehehe… 1 karung isi 10 KG duku dari pasar tugu. Check-in di RajaBasa Ekonomi Bus Bakauheni pukul 21.00 kecepatan kira2 70 Km/jam. Di bus yang begitu indahnya ini, lisa sempat heboh (tepatnya menghebohkan diri) karena dompetnya ilang, yang teerrrrrnyataaaaa.....tu dompet Cuma jatoh di bawah jok tempat duduknya. Setelah itu perjalananpun terlewati dengan tidur, dan tiba di Pelabuhan pukul 23.30 berlabuh dengan kapal bernama Nusa Jaya, kalo dilihat dari bentuk kapalnya, kayaknya kapal itu sisa perang dunia I buatan tahun 1935 (karatan dimana-mana)
Kita check in di ruangan Diva Music. Dengan suguhan lagu-lagu dahsyat perjalanan kita tidak terasa…
Lisa sempat bertegur sapa dengan salah satu biduannya di WC tanpa pintu.. dengan posisi biduan yang sedang sibuk melakukan “tugasnya”…
Makin jauh berlabuh makin panas musik dan “goyangan”…
Tiba di dermaga 1 merak pukul 02.00 dini hari, bingung naik apa yang paling cepet ke bandara, dan kita nyari solusi naik Damri bandara buat siasatin waktu tiba di sana, namun Damri ternyata baru hadir pukul 05.00 pagi…akhirnya dengan “terpaksa” kami naik bus AC ekonomi, (3-2 seats) jurusan Kalideres…
Ngetem sampai 3 kapal berlabuh. Pukul 04.00 bis “sialan” itu baru jalan…
terminal… pukul 05.45. naik taksi yang Khawatir, ternyata pukul 05.30 kita masih berputar di tangerang… sampai di Xderes ditanya manok “berapa ke bandara?” akhirnya kita ribut sepakat supir yang sepakat, 75 ribu.. di tawar 10 ribu perorang. Yang akhirnya kita ribut masalah uang ma supir taksi di bandara internasional. GAK KEREN..kita yang ngalah..hehehe..
Sampai di loket tiket.. ternyata kita telat kata mbak air asia… dan di depan kasir check-in kita dibilang telat dan gak bisa boarding… damned. Telat menit. 06.05 kita print tiket… 06.00 dah di tutup! Peraturan mas. Hmmm…
Abis itu kita berunding da teruuuuussss berunding mencari solusi yang paling ce’ (cepat,tapat & ekonomis serta membahagiakan…) setelah sekian lama berunding sambil merenungi nasib….akhirnya terdapatlah solusi membahagiakan (biarpun masih sedikit membetekkan). Yaitu :
lisa berangkat sendiri naek pesawat Air Asia yang gak seberapa itu…. Dengan biaya tiket yang kayak formulir pendaftaran play group sebesar 360.000 perak jam 16.25. dengan mengalami “kekacauan yang nyata” berupa HP LOWBAAATTT…. Dan membawa duku perjuangan terbungkus karung kebesaran, kerupuk perdamaian, kopi kesejukan dan travel bag kecentilan…
kemudian keempat pangeran tanah FISIP Unila (anto,tito,mano,n ari) berangkat dengan dua jam penerbangan yang berbeda esok hari. Mungkiiiinnn…. Catatan… mudah-mudahan tidak ada kekacauan lagi.. karena bertambah satu pangeran yang menyusul esok hari (Rino), dan satu tiket dari dewa penyelamat (Ferari) yang bisa membawa ke Padang dengan damai dan ekonomissss…..
setelah keputusan didapat maka kami berunding lagi merumuskan tempat makan yang tepat, ok, mengenyangkan dan lagi-lagi ekonomis, karena kami para aanak manizzzz….
Dapatlah tempat tersebut yaitu, A&W…. yang artinya kaga paham yang penting ala amrik n ada roooottt bbeeeeerrrrrrnya…. (lebih-2 di tanah FISIP kaga ada).
Hhmmmmmm……. Yuuuuuummmmmyyyyy….. apalagi melihat si ROY SURYO (sebelumnya juga kita sempat ketemu (baca: liat) BONDAN PRAKOSO, IVAN ex BOOMERANG,KIWIL) yang turunan ningrat n cerdasnya gak seberapa itu, setelah ngrumpi dengan khidmatnya sambil melihat pramugari ampyuuuuunnnn…..glek-glek alhasil kami KWRG alias kewaregen…. N… sebagai rasa syukur yang tak terhinga kami menghadap Yang Maha Kuasa (Jumatan) di bandara Soekarno Hatta Essss….(mimpi jum’atan dengan bahasa minang tinggal mimpi L) Dengan meninggalkan lisa yang manyun sendiri bersama laptop n berbete-bete ria menghadapi orang pacaran di depannya yang ampyuuunnnn…. BERLEBIHAN….!!!!
Maksud berlebihan di atas itu intinya mereka Kissing with fullof passion… hehehhe. Kalo kata ari ‘gimbal’ sih… (sampai akhirnya karya ini di tuangkan dan mengakhiri karena baterai tinggal 45 menit, tapi pangeran-2 tanah FISIP blom balik-2. lagi-2 lowbat. CU
Lisa Check-in kita lihat di display Air Asia ke PDG ternyata delay.. jam 7 baru brangkat. Kita nunggu Lisa ngantri, dan terntyata dia gpp di tinggal selama 4 jam-an lagi di Bandara.
Di rumah Hendi
Selesai perpisahan dengan Lisa, kita berangkat ke Cimone tempat hendi… naik angkot 3 kali, cukup asing kalo kita biasa dari Bandar Lampung. Sampai di rumah hendi pukul 18.30 ketemu dengan orang2 yang gak asing lagi, persis banget kayak main di kosan Kp. Baru… ketemu dengan hendy, suriyanto,Abet, Adi… sukses sebagai wartawan ibukota..hehehe.. (info Serpong). Ngobrol lama, kita mulai hubungi teman2 para mantan penghuni FISIP yang lagi merantau di Jakarta. Mulai dari jefri, meylantika dewi, irfan boxer… kita kumpulin semuanya… wah reuni… dateng pertama dewi, yang sukses dan mantap sebagai pegawai BANK DKI.. mulai curhat tentang hubungan dengan cowok..yang gak jelas.. dateng berikutnya Irfan Boxer… yang sukses dengan ‘mertua’nya.. yang sedang menunggu panggilan menjadi pegawai di Sukabumi yang sekarang masih tinggal di kosan camernya,yang masih di bayarin untuk bulan ini… tapi Agim(Ari Gimbal) sama Anto harus ke bandara sore ini.. mereka duluan terbang… yah mereka sukses tiba di padang.. wah bikin iri, malem minggu disana rame banget…. Damned hehehe..
Balik Lagi Cerita di rumah Hendi
malemnya jefri yang kalo gak di tanya ‘masih batak gak si jepri?’ gak jadi dateng.. jam setengah 12 diya sampe… tersinggung ditanya gitu… hehehe…
Cerita suksesnya di Yelow Pages yang bikin diya kebanyakan duit dan sering mampir ke warteg yang bukin adannya mekar! Masih cerita tentang cerita2 S*Xnya yang katanya dah punya ‘Istri’ kedua (japri nyebutnya ‘lobang ke-2) hueheuheheuehuhee
Ngobrol sampe pagi dengan jepri, mulai urusan gak penting sampe mimpinya untuk bikin ‘Dark Justice’ –ini mimpi diya yang serius- dengan kekecewaan hukum di negeri ini
Dia pengen mengeksekusi terpidana yang bersalah sesuai dengan perbuatannya, pokoknya persis banget dengan film Dark Justice…. Keren jep…
Yah kita ketemu temen2 lama yang sudah sukses dengan rejekinya…rejeki masing-masing…
What a moment… never come twice…
Jepri, abet, irfan yang bertahan sampe pagi, dan jam 5 kita dah siap berangkat, mandi udah, packing udah… tapi yang punya motor masih molor… pukul 5.25 baru berangkat… kecepatan sedang.. yakin gak dapet on-time.. nyuruh irfan belok kiri langsung ke depan terminal A, diya gak mau… akhirnya tito inisiatif turun lari ke dalem check-in… beneran. Di monitor display pesawat ke Padang dah mo tutup check-in… waduh…. Dah ada tiket tapi KTP blum ada… nunggu mereka dulu dari parkiran motor…
4 menit… baru dateng, langsung check-in.. gara2 bingung kok gak ada tulisan Padang.langsung nyari mas-mas pake baju air-asia… ketemu lagi ada dibelakang tito langsung teriak “Mas ke Padang mana?!” diya langsung nunjuk ke kiri “langsung aja masuk, cepetan!” trus check-in aman, tapi pas ditanya ada bagasi… bingung lagi… ada… Peralatan poto rino… untung mas2 air-asia yang baik itu bilang, tunjukkin aja orngnya yang mana nanti saya yg bw masuk… wah aman…lega. Masak mo cancelled lagi… Amin!

Kita bisa foto2 di bandara di dalem pesawat… liat Google erth scra langsung.huehehehe..
Biasanya kita dibawah awan, bisa diatas awan! Perjalanan 1 setengah jam. Pukul 08.30 kita sampai… di bandara Minangkabau, keren! Pemandangan pinggir laut! Liat garis pantai, liat danau ranau… hmm… amazing experience 1st flight.. what a moment…(to be continued)
Tiba di Padang
Kita landing pukul 08.30.. di jemput sama anak2 yang sudah duluan Merasakan UDARA padang wah rasanya seneng banget, sempet ketemu UNI cantik…. Untung rino sempet ambil gambar, walaupun jauh.hehehehe.. segitunyah..sampe akhirnya kita dengerin pengalaman2 mereka disini.. Ari yang dapet sial di tumah ‘tua’ depan rumah dengan Wcnyah.hehehe.. kalo diceritain kayaknya gak ‘etis’.. tapi tuh pengalaman bakal dibawa sampe tua. Kita makan dan siap2 untuk acara resepsi.. kita santai nyicip makanan, rino sang mamang foto yang sibuk sama anak calon mertua manok megang hendicam. Kita makan sate padang, martabak mesir yang cukanya manisss banget. Agak siang sang memang fotograpi lelah, akhirnya tito jadi backup… sang backup amatiran.. agak-agak eror. Sempet ilang foto 1 tamu… sang mamang potograpi masih bingung dengan tata cahaya yang masih ajah blum “pas”. Dan tamu gak berenti berdatangan. Kata uda* masih 400 tamu yang seharusnya dateng. ?! sang potograpi agak tewas.. lemes, minum extra josss.
Jam 4 acara kelar, batere kamera abis…semua lemes… sang pengantin PANEK* kita smua lemess.. 1st nite kita capek. Mulai beranjak malam semuanya pada bingung, gusar, mata merah, pala pening, badan lelah, selesai diskusi mengenai IDEALISME nya Tito Vs COMPROMI REALIS nya mano, Anto sebagai pengamat, Ari penonton, Mano moderator, Tito peserta yg gusar, Rino pelaku atau praktisi, Debattt Abisssssss, Anto sempet BT, tapi ahirnya terpancing suasana tuk ikut ngegamblangin,Capek, seru,asyik, kayak di tivi-tivi,gaya – gaya intelektual, ga sadar padahal skripsinya aja belum pada lagi tuk nyelonjorin badan, kalo bahasa padangnya nge LALOK alis pedom,lama ditimbang- timbang, sempet coba jajal nge lalok di kursi-kursi tempat makan..yang akhirnya kita dapet satu ranjang kecik. 4 orang dengan posisi vertikal. Rino yang masih sok2an militan masih nyoba kursi tempat makan disusun. Namun jam 2 diya mo mencoba peruntungan di ranjang sempit itu… maksa. Akhirnya tito ‘ngalah’ tidur di lantai… ( to becontinue)
Pagi sudah menjelang, kita masih terlelap baru beranjak pukul 10.00.. kita menemukan masalah kedua(pertama tempat tidur) ternyata air di bak mandi abis, air ndak ngalir… baru 2 orang yang beruntung sudah mandi anto dan tito yang sigap masuk ke kamar mandi setelah mencium berita air bak gak ngalir… sarapan dengan menu yang PRO-SANTAN. Pokoknya kolesterol 100%, yang hebatnya orang2 minang ga ada yang Obesitas dengan menu sehari-hari yang full-lemak..
Selesai makan siang kita mencoba bayar hutang tidur tadi malam… anto yang sudah mulai pilek pelopornya. 1 jam berikutnya ada tugas menanti.. bongkar semua peralatan pelaminan dan hiasan2 di rumah…. Dengan sedikit kerja keras, semua beres… dengan keringat membasahi badan dan kaos, kita akhirna mandi lagi.. lebih puas.
selepas maghrib, kelima Backpacker (1 pulangkampungstyle-pack) yg sempat berpisah dalam perjalanan, akhirnya bisa bareng-bareng nikmatin suasana romantis ala padang di jembatan legendaris Siti Nurbaya makan jagung, roti bakar dengan pemandangan yang bikin tentram… lampu temaram.. sungai..kapal.. (yang bikin beberapa dari kita ngerasa INCOMPLETE* ), tadinya Cuma mo nemenin Rino, sang fotografer, tuk beli pesenan nyokapnya, berhubung tokonya dah tutup, akhirnya kita belima + mamh kae+kae+komponen back paker lisa, ditambah sikecil yg terus nyerocos Indri budak kecik jambi.. trus nyusurin kota nan gadang iko. ga disangka ternyata Padang indah banget, kota pinggir laut, miaminya sumbar lah , sepanjang perjalanan menuju toko kita disuguhi pemandangan laut, sunset nya oke, debur ombak, jalanan yg ga bising, dan semuanya gratis, kecuali jajananya + parkir Rp 2000 yg ditagih ma kana licek pas mobilnya kae berhenti, tuk nurutin maunya si Tito otof-otof di pinggir laut.tapi sayang kebetulan si Rino ga nge charge batte cameranya….ya udah….selepas taking beberapa frame langsung cabut lagi, titio kecewa, tapi masih syukur masih ada D-8 tuk bukti-bukti traveling kita, tapi sayang kagak bisa ditaro di FS kata si Tito. setidaknya malem selasa nih jadi malem pembuka kelima backpeker + 1 eksponen tuk njelajahin great place in padang, terobati sudah malem ini, dibanding malem sebelumnya yang ga tau gimana caranya nge LALO*, cause rumah kae tempat satu-satunya peraduan kita dah penuh dengan sekelik2 nya.bisa ditebaklah gimana susahnya kita tuk pejemin mata. Agak tengah malam ngobrol+makan malem di depan rumah… rino masih bertahan sok2an Militeris di bangku plastik susun+manok yang terlelap dibangku…setelah ditinggal sama ari,tito,anto yang sudah terlelap di atas. Jam 2 mama kae marah2 ketauan rino ma manok tidur diluar...kemarin juga gara2 tito tidur disitu juga mama marah.. akhirnya rino nge-BS “lagi ngobrol kok mama” padahal manok lagi terlelap. Hehehehe… yah akhirnya formasi tidur kita adalah anto,ari,rino satu ranjang dengan posisi aneh… rino yang posisinya melintang di bwah anto sama ari… gw sama manok di kamar sebelah yang ternyata lapang! Kita akhirnya pulas dengan sukses malam ini.
Pagi ini bangun. Jam 7.00 rencananya kita semua mengantar rino ke pemberangkatan terakhir..hehehe.. yah rino harus pulang ke peraduannya di Siger Pos.. jadi diya harus pergi duluan tanpa kita… yah sampai di bandara hampir lagi diya TELAT..not again guys! Jadi rino harus terburu-buru berpisah… kita otof-otof sebsntar dengan kualitas VGA..yah dari pada gak ada bukti! Dan rencana hari kita bakal muterin SUMATERA BARAT! Sabar ajah,, kita ceritain semuanyah!
Jam 11.00 kita berangkat! Mulai perjalanan yang kita tunggu-tunggu… naik Kijang biru tahun ’80-an… dengan PLAT MERAH bernomor BA ….. …kita siap-siap berangkat. Hehehe jam 12 kurang kita baru bisa jalan.. dngan muatan Selimut tebal 3, bantal sedang tigo biji. Satu galon aqua yang sampai saat ini masih kosong. Jadi kita berebutan tempat dengan barang2 itu… sudah jadi kebiasaan ibu-ibu kalo nyiapin ‘alat’ buat jalan-jalan. Selalu berlebihan… dengan supir UDA, sang mempelai pria baru ini sepertinya kita selalu di atas 70 KM/jam kecepatannya… sudah memakan korban 1 kambiang ketek yang melintas tiba-tiba di depan lintasan. Kami sempat melihat dari belakang mobil waktu dia terseret ke pinggir lintasan,kami gak sempat melihat keadaannya.. kami tundukkan kepala dan berdoa…
Tujuan pertama kita SOLOK.. lintasan yang dilewati, jalan pergunungan dengan melingkar-lingkar, pemandangan kanan jurang ditambah kabut yang mulai turun dengan embun sejuknya….. wah.. bener2 ‘pemandangan’. Sampai diatas kita bisa liat kota PADANG di bawah…. Laut…. SubhanaLLah… kita ‘ngebut’ dengan diiringi hujan deras…jarak pandang 2 Meter.
Lewat kota SOLOK kita sampai di SIJUNJUNG (baca: Sijunjuang) untuk mengantar bapak tua, yang dari awal kita penasaran siapa dia? Akhirnya tito tanya ke kae. Ternyata dia itu Napi umurnya 85 tahu cerita ..trus isunya bapak tua itu punya ilmu(baca: sakti mandra guna) jadi ketemu trus ngobrol2 sama uda dan uda langsung di angkat jadi anaknya…kira2 begitu cerita singkatnya. Sampai disana kita belok ke kota SAWAHLUNTO kira2 kita perkirakan daerah selatan SUMBAR… wah.. kotanya dikelilingi gunung.. dia ada dibawah gunung…jadi seperti Kuali, jalan mengelilingi gunung untuk mencapai kota di bwahnya. Hujan masih turun kita mampir ke rumah Cha-Cha anak yang manis dan lucu suaranya… hehehe.. makan siang dengan menu rendang, anto ternyata mabok! Dia duduk di depan katanya malah pusing dengan alur lintasan yang berkelok-kelok..
Selesai makan kita disuguhi Raga-Raga (baca: agar-agar + santen (lagi) hehehe kayaknya kaliawi style. Raga-raga Kane Reneb!
Maghrib kta di byong ke Hotel Laura di lantai 3…ada teras di depan, belakangnya,,, pemandangannya keren! Lagi-lagi bikin ngerasa Incompleted!! (subjektif yang lagi nulis) reneb-reneb nerek! Ujan gerimis terus2an… kita di depan teras atas sambil nulis jurnal, dikelilingi pemandangan bukit berkabut, ujan gerimis… hmmm sayang sekali Sinyal GSM semua gak bisa di pake! Apalagi INDOSAT! Sinyalnya 0%!! Damned… Incompleted…kesal, lagi bahagia gak bisa ngasih kabar sama orang lain (baca: Significant Others).. akhirnya kita bersyukur dengan ini semua…. Kita masih bermimpi makan mie rebus indomie pake telur+Teh Manis hangat!
Dan kita bisa terlelap dengan sukses!
Ari,Tito,,manok akhirnya nyusurin lorong-lorong di kota Tambang Ombilin.. pengen OL di warnet. Tapi kata udanya “Tutuik” jadi kita keliling dan nemu Perpustakaan Umum! Bayangken Perpus-Daerah buka ampe malem?! Mana ada pelayanan publik buka ampe malem?! Di Indon! Kita langsung masup.. minta izin sama uda dibolehin, bukan anggota boleh liat-liat.. sampe didalem kita terkagum-kagum! Buku2 koleksi terbaru… bahkan yang aneh seperti “indonesia menggugat” karangan soekarno ada. Sampe buku harry potter yang english version ada 5 buah! Ensiklopedi2 lengkap… dan yang paling sip! Ada koleksi foto-foto lama di dinding2 perpustakaan ADINEGORO(soudara satu ayah beda ibu dari M. Yamin, diya sebagai pelopor PERS indonesia, lulusan Jurnalistik Jerman setelah meninggalkan kuliah kedokteran yang tinggal 2 tahun lagi selesai). Foto-foto hitam putih yang di ambil antara tahun 1912-1950an… wah keren banget! Foto-foto yang memperihatkan keadaan kota ini pada tahun2 jebot… wah manteb! Ada juga lab-bahasa yang lumayan luas… keren banget. Kota ini ternyata maju, dan ber visi 2020 menjadi kota tambang wisata.
pengalaman dan hal baru didapat.
Kita makan malam dengan mie rebus (yang kita idamkan dari kemaren2) ternyata mie rebus indomie telur stylenya masih ala-padang.. Puueeedesss.. Lisa kuapok..hehehe tapi untung gak ada santen! Kita juga nyoba Teh Telur! Rasanya. Aneh, pait, dan telur juga eneg… yah yang penting dah nyicip. Katanya jangan ke padang kalo gak nyicip teh-telur!
Hujan berenti kita kembali ke peraduan penginapan. Dan tidur dengan lelap….
Wednesday, April 18, 2007 08:23:45
Bangun Pagi, dengan suhu kira-kira 20O C. ada suara yang aneh, ternyata ada acara angkut sampah diiringi lagu minang. Dan ternyata di teras dah disedakan sarapan pagi+Teh Manis Anget! Wah.. surga itu ada disini….(kata ari)
Bangun di kota lain,sarapan pagi dengan cuaca sejuk. Sambil menikmati pemandangan kabut yang lagi naik ke atas gunung… such a beautiful world.
Perjalanan masih panjang. Rencana rute kami
BATUSANGKARàPAYAKUMBUHàBUKITTINGGIà PADANG
Jam 10.00 kita berangkat, ke objek wisata water bum.. sampai disana.. kita sepakat, sepakat kecewa~ water bum standar dengan fasilitas standar, air yang standar..pokoke gak seberapa lah. Cuman dindingnyah ajah yang beda, bukan tembok tapi tanaman. Pohon. Selesai cebar-cebur, liat2 hot-chicks aroma rendang. Masih ketek-ketek tapi, blum jadi UNI… kita makan di restro nya. Sepakat tito,anto,ari pesen Nasi Goreng Rp. 6,500-, pas dateng Mie Goreng… ternyata Uninya salah dengar... Uni sampe kesel “Dak Jadi Iko Da?! Rugi awak:”

Setelah lelah bermandi ria di air pegunungan Water Boom versi sawahlunto kita lanjut perjalanan menuju Kabupaten 50 kota. Kalah lagu sewu kota didi kempot! Hehehe
Sebelumnya kita mampir di Payakumbuh, sebentar mampir ke rumah teman lama seorang teman(si lisa) yang akhirnya merantau ke sini. Sebentar ajah nge teh sebentar dan berlanjut lagi hingga sampai di kabupaten 50 kota.
Nginep disana semalam, daerah persawahan dengan suhu tetap dingin. Sempet bersepeda ria keliling kampung. Yah seperti keadaan desa-desa di daerah lain, serupa. Sawah, rumah sederhana, SD kecil. Kita beristirahat bertumpuk di ruang tamu tidur dengan kedinginan. Di sini kita ke Air Terjun Harau...
Daerah lereng bukit dan tebing2 yang bertebaran dengan air terjun.hmm Tuhan benar-benar seniman! Indah banget, mulai dari perjalanan kesana sampai tiba ditempat tujuan. Gunung seperti membelah dan membentuk dinding-dinding tebing yang indah. Disana ada titik ECHO. Titik dimana kalau kita berteriak akan mengeluarkan effect MC.. Echo...cho...cho...
..bersambung
Kamis, 06 Maret 2008
get bored
Hear me spit on you, wither I Remold into gold and bury I from - SunReborn left to sigh, recure maybe I'll Be born and simplify - The way I lie - Before I get bored, I get bored, I get bored I'm bored Repent by you and trust to figure outI burn that gift to doll and let it shine beforeI get bored, I get bored, I get bored, I wish for a real oneFit and confide, before me or II will come clean, it gets worse - it's moreGet bored, I get bored, I get bored, A wish for a real oneGet bored, Get bored, Get bored, I wish for a real oneRabu, 05 Maret 2008
Laskar Pelangi

Laskar Pelangi –buku pertama dari Tetralogi Andrea Hirata Seman. kalau melihat profilnya dilembar sampul belakang bakalan gak kebayang semuanya yang tertera di profil itu dicapainya dengan penuh perjuang, kerja keras menggapai mimpi, yang semuanya bermula dari suatu kampung pelosok di daerah Belitong. (sekarang daerah BABEL).
Buku ini merupakan uraian kisah-kisah tersebut. kisah tentang sebuah perjuangan melawan keterbatasan kisah tentang keajaiban, petualangan yang mengesankan dari sepuluh anak kampung yang mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Muhamadiyah yang bangunannya bekas gudang kopra. tapi tidak ada keterangan eksplisit ini merupakan kisah nyata
Lintang, anak SUPER GENIUS yang harus mengayuh sejauh 80Km setiap hari untuk tiba di SD. anak yang sangat bersemangat ketika pertama kali duduk di bangku sekolah. Bahkan ketika rantai sepedanya putus, dia rela berjalan kaki menuntun sepedanya ke sekolah. Dan merasa bahagia karena masih mendapat kesempatan ikut menyanyikan Padamu Negeri di jam pelajaran terakhir.... Mahar anak genius berikutnya, genius seniman, beda dengan lintang. Mahar sangat genius dalam seni, yang memberi kejutan ketika pelajaran kesenian, dimana anak-anak bernyanyi lagu-lagu nasional dengan penampilan seadanya dan secukupnya, mahar tampil dengan ukulele dan menyanyikan lagu TENNESE WALTZ-ANNE MURAY.
keberadaan mereka berdua membuat kelas menjadi lebih hidup dan mereka ke-8 anak-anak lainnya Harun, seorang anak berusia 15 tahun dengan keterbelakangan mental, yang disekolahkan oleh ibunya agar tidak cuma mengejar anak ayam di rumah. Ikal , Syahdan, A Kiong, Kucai, Borek alias Samson, Sahara wanita satu-satunya, Trapani, dan Harun. Para sahabat yang selalu mengagumi pelangi sore di dahan-dahan pohon filicium yang ada di depan kelas. Akhirnya Ibu guru mereka. Bu Muslimah meberi mereka nama ‘Baptis’ Laskar Pelangi.
petualangan, cerita demi cerita mengalir diantara mereka. Rutinitas membeli kapur tulis di toko yang jauh dari sekolah dan berbau busuk, menemukan Ikal kepada A Ling yang berkuku indah. Tentang keberhasilan mereka mengangkat nama SD Muhammadiyah dalam acara karnaval 17 Agustus dan lomba cerdas-cermat. Tentang cita-cita Ikal. Tentang murid baru dari daerah PN TIMAH Flo. Tentang hilangnya Flo. Tentang petualangan mistis ke Pulau Lanun menemui Tuk Bayan Tula bersama Flo dan Mahar. Dan bagian pertama ini ditutup dengan kesedihan mendalam yang sangat mengharukan saat Laskar Pelangi yang harus kehilangan angota mereka…
Rangkaian cerita tentang masa kecil yang menyenangkan, menyentuh. namun sayang ada beberapa hal yang mengganggu.
pertama: ceritera berlompatan, tidak berurutan waktu, kita sering bingung sedang dalam “waktu” yang mana?
kedua: hiperbolis.dan aneh. Mahar kok bisa hafal lagu Barat? dan mereka bisa
punya Band dengan alat2 lengkap? tahu lagu2 The Doors? kok Anak SMP sudah paham Teori-teori fisika? pelajaran SD kelas 2 kok sudah sampai pengalian,pembagian ratusan? kok bisa dapat alat musik Tabla sampai 30 buah dengan mudah?
ini semua gak sesua dengan penggambaran “kampung” dari awal ceritera.
Tapi kelemahan dan gangguan diatas tidak berbekas. yang berbekas adalah
semangat mereka, semangat dan perjuangan anak-anak kampung dengan keterbatasan-keterbatasannya,
bagian akhir yang menyentuh. ceritera yang lompat 12 tahun kemudian, dimana Laskar Pelangi sudah dewasa dan memiliki ceritera kehidupanya masing-masing.
Walaupun konon Andrea belum pernah menulis satu ceritera pun, bahkan dia mengakui jarang membaca novel, tapi dia bertutur indah dalam buku ini. penggambaran indah tentang perasaannya dan keindahan alam kampungnya.
Buku-buku selanjutnya
Sang pemimpi bercerita kisah Andrea (Ikal) ketika SMA bersama saudara tirinya Arai, berjuang menggapai mimpi berpetualang ke Eropa. Edensor masih belum selesai dibaca:p dan buku keempat.. Maryamah Karpov blum terbit sampai saat ini yang entah kenapa.
Kabar bagusnya Laskar Pelangi akan diadaptasi menjadi sebuah film.Film Laskar Pelangi akan diproduksi oleh Miles Productions dan Mizan Cinema, dan digarap oleh sutradara Riri Riza. naskahnya akan di garap oleh Gola Gong… Senangnya yang garap Riri. Percaya sama Riri, yakin Film ini jadi Seindah Bukunya. Riri sudah lama bergaul dengan anak-anak dalam filmnya. jadi gak sabar….
dan kabar terakhir , cetakan terbarunya ada bonus VCD rekaman Acara "Kick Andy" mengundang Adrea hirata.
Senin, 03 Maret 2008
Bangsa apa negeri ini?
Ibu Hamil dan Putranya Meninggal, Headline berita di surat kabar pagi yang dibaca sore..
sang calon ibu ini mengandung 7 bulan dan anak ketiganya meninggal dunia di rumah petaknya di Makassar. anak keempatnya 3 tahun masih kritis di Rumah sakit, beruntung warga sempat membopongnya ke RS. Sang kepala keluarga mengaku bahwa istri dan anak-anaknya sudah Tiga hari gak menelan sebutir nasi! dia mencari rejeki sebagai tukang becak dengan penghasilan 5.000-10.000 per hari. dan hanya membeli beras 1 Kg untuk jangka 3 hari, selama ini mereka hanya makan bubur hambar, nasi dengan garam atau kadang hanya nasi saja.
Orang yang secara tidak langsung ‘bertanggungjawab’ atas kejadian ini mengatakan mereka meninggal karena Diare akut bukan kekurangan gizi! BAH! siapa yang peduli analisis/bantahan begitu! menangis kah ‘bapak’ mereka meninggal??
Sejenis Bangsa apakah yang mendiami negeri ini??
bukan Presiden, bukan pemerintah pusat,bukan menteri,bukan gubernur.bukan walikota,bukan ketua RW, ketua RT bukan mereka semua. itu semua salah kita!!
mereka meninggal karena kita… aku juga merasa bersalah… tiap kekenyangan aku merasa bersalah!
ah, kampr*t! untuk mereka yang sibuk buang uangnya menjilat2 rakyat!!
urus bangsa ini! jangan perut mu Kampr*t!!
makin meneguhkan diriku bahwa aku akan terus APATIS dengan politik!
Minggu, 02 Maret 2008
sekar KU

Sekar : Iyah, ini sekar, ini siapa? ini mas yah?
Masnya : Iya, sekar lagi ngapain?
Sekar : disini ada caca, ada adit,
Masnya : Ada caca? main apa sama caca?
Sekar : Aku lagi main pasangan
Masnya : Main pasangan??
Sekar : iyah, itu loh main bikin rumah gitu, masak ga tau sih!?
Masnya : Oh iyah, sekar dah maem belum?
Sekar : Udah, eh belum… eh udah dink, tapi belum lagi. Mas dah kerja blum?
Masnya : Mas belum kerja, kalo mas dah kerja sekar mau minta apa?
Sekar : Kalo blum kerja gak punya uang dong? Aku mah gak mau apa-apa
Masnya : nanti kalo mas kerja uangnya buat sekar, mu dibeliin boneka gak?
Sekar : Iyah beliin boneka, biar bonekaku jadi banyak!
Masnya : Boneka apa baju baru?
Sekar : Boneka ajah, biat banyak lagi bonekaku
Masnya : Memang sekar bonekanya berapa sekarang?
Sekar : ada sebelas!
Masnya : itu mah sedikit
Sekar : itu udah banyak lah, oh iya tadi aku nari di sekolah
Masnya : Nari apa?
Sekar : yah nari-nari ajah
Masnya :nanti mas pulang ajarin nari yah?
Sekar : emang gak bisa nari? aku gak mau, aku kan narinya Cuma di sekolah aja
Masnya : yah. kok gitu?
Sekar : iyah, ini ada ibu mo gak?
Masnya : kenapa?
Sekar : ini ada ibu, mau berbicara enggak??
Masnya : iyah, mana?
Sekar : ini
……………….
Sekar : Mas kapan pulang?
Masnya : nanti yah mas pulang bawa boneka
Sekar : ya udah, udah yah. sekar mu main dulu..
Masnya : Dadagh
Sekar : dagh..
Masnya : Assalamualaikum
Sekar : Walaikumcalam



