Discover fascinating and informative short stories on our blog. From historical events to natural world facts, our random stories will captivate you. Read now and expand your knowledge in a fun and enjoyable way!

Rabu, 27 Mei 2009

Windu

Rabu, Mei 27, 2009 Posted by Tito No comments


..Continued
Si Luak (sejenis kucing -yg kotorannya di bikin kopi luwak -kopi paling mahal) terkejut dengan pengawal istana para prajurit lebah mengatakan Raja Beruang Besar sedang sibuk. karena baru saja dia mendapatkan tugas untuk menjemput si Babi ini agar bisa menceritakan dengan jelas ada apa dengan isu Virus flu yang konon disebarkan oleh si babi.

"ehm.. begini Prajurit istana terhormat, saya mohon untuk memberi konfirmasi kepada sang raja, karena saya mendapat perintah langsung dari beliau. ini masalah keamanan Nasional Negeri Binatang." burung Dodo memohon.

"Masalah keamanan apa?" tanya lebah tidak percaya.
"Kami tidak bisa mengatakan hal ini sekarang karena isu ini masih menjadi kerahasian Kerajaan, ayolah kamu sudah menerima surat resmi dengan cap asli Kerajaan" bujuk luak lagi, dia agak memaklumi dengan urusan birokrasi di Dunia Binatang yang tidak pernah selesai tanpa masalah, pasti ada aja yang menjadi kendala, dia mengutuki pekerjaan para punggawa-punggawa birokrasi kerajaan. dan si Luwak tidak mengatakan tujuannyadengan si babi karena sang ada surat resmi dari negeri Manusia bahwa mereka akan mamusnahkan semua Babi di Negeri Binatang perihal Virus flu yang muncul di Negeri Manusia, yang mereka kira disebabkan oleh Babi. Luwak pikir ini kalau ini tersebar maka akan terjadi kekacauan di Dunia Binatang seperti kejadian dengan Kasus Avian flu 3 tahun belakang. dimana semua unggas di tangkapi dan di bunuh oleh Mahluk yang berjenis Manusia ini tanpa ampun, karena para unggas di tuduh menjadi penyebab virus tersebut. jadi dia lebih memilih untuk merahasiakannya, hanya dia bekantan dan para deputi-deputi kerajaan mengetahui hal ini. maka sang raja beruang memanggil Si Babi untuk menceritakan kebenaran isu ini.

"Ya..ya.. baiklah kalian bisa masuk ke istana. tapi hmm apa yang bisa kalian berikan untuk kami?" ujar lebah sambil tersenyum sinis.
Sial! umpat luwak dalam hati...
"hmm begini saja, kalian suka kopi? aku akan mengirimi 1 bungkus kopi bubuk untuk kalian setelah kami selesai dengan urusan didalam istana, bagaimana?"
"ya..baiklah. tapi ingat janjimu awas kalau ingkar. silakan lanjutkan" kata lebah sambil tersenyum dan memberikan pin dengan tulisan Tamu istana untuk dipakai mereka bertiga.

hahaha.. sebentar lagi perutku mulas dan akan kuberikan mereka biji kopi terbaik didunia -luwak tertawa dalam hati.

si babi dan burung dodo yang mengetahui maksud akal bulus luwak ikut tersenyum geli dan mengikuti si luwak menuju istana setelah memasang pin Tamu Istana tadi.

"Selamat siang yang mulia Raja Beruang Besar" salam si Dodo setelah menemui sang raja yang ternyata memang sedang sibuk.
beliau sedang sibuk berselancar di internet. terpaku di depan layar datar monitor yang tertampang situs pertemanan kebinatangan : BonBin.com yang sedang menjadi trend baru didunia binatang.

"ya..ya.. ada apa?" jawab sang raja tanpa menolehkan pandangannya.
"Kami sudah membawa si Babi ke Istana yang mulia seperti perintah yang mulia" jawab si Luwak dengan rasa hormat.
Si beruang besar ini sebenarnya baru diangkat menjadi raja, sebelumnya Raja Hutan Singa raja dunia binatang wafat dan simba anak laki2 satu-satunya pewaris tahta sudah meningglkan negeri binatang dan menjadi bintang film di dunia Manusia.
akhirnya di putuskan untuk mengadakan Pemilu pertama kali di dunia binatang setelah 32 tahun Singa menjadi raja dan akhirnya Si Beruang Besar menjadi Raja dengan hasil suara terbanyak dari pesaing2nya si Badak cula satu dan Si Tapir yang sekarang menjadi gila karena kalah dalam pemilu, konon dia sudah menghabiskan seluruh kekayaannya untuk kampanye.

"owh.. baiklah kalau begitu.. sebentar, silakan kalian ke ruang pertemuan nanti saya menyusul. tolong antar mereka dan panggil Asisten Deputi KemBuBIIDDBin (Kementerian Binatang Urusan Bencana Isu Internal Dalam Dunia Binatang)" Sang raja menyuruh ajudannya si Panda bulet kecil, tetap dengan tidak menolehkan pandangannya dari layar datar monitornya.

'Lagi rapat masalah isu internal negeri Binatang' - tulis Raja beruang di Status Updates BonBin.com nya sebelum menekan tombol Logout.

To be Continued...

Minggu, 24 Mei 2009

Sapta

Minggu, Mei 24, 2009 Posted by Tito No comments
...Continued

Ia memulai dari pertemuan pertamanya dengan si babi di danau Kilau Cahaya. Lalu pertemuan keduanya di tempat yang sama di tengah malam saat babi memergoki bebek tersebut sedang tersedu karena bertengkar dengan Capung mengenai gerakan tarian musim dingin yang harus sudah dihafal esok harinya. Bebek juga bercerita tentang pertemuan ketiga di danau yang sama saat musim dingin membuat lengket kaki bebek, dan babi itu menolongnya menarik kakinya. Dan sambil bersemu memerah pipinya, bebek terus bercerita tentang pertemuan mereka di kesempatan-kesempatan berikutnya.
Namun sebelum ia melanjutkan ceritanya hingga ke ciuman yang menghebohkan itu, Pelikan sudah terlanjur memekik kesal, "Dan kamu tidak cerita kepada kami selama ini?"
Capung juga mendesah sebal,"Uh, Bebek, kamu bilang kamu sudah tidak mempermasalahkan tarian musim dingin itu lagi!"
Dan kura-kura tergagap," Su..su..sud..ah..dah..lah..! k..k...ki..ta..k..kan..."
"Diam kau,Kura-kura!" Sergah Pelikan dan Capung bersamaan.

"Aku..aku.." Bebek agak ragu menjelaskannya.

"Selama ini kamu selalu menghabiskan waktu sendirian, dan kami tidak pernah protes. Tapi selama ini alasanmu adalah untuk belajar menari, dan menyisik ikan untuk makan malam anak-anak bebek yang kelaparan! Ternyata selama ini kamu habiskan untuk bermain dengan Babi yang baru sekali ini kami dengar ceritanya? Padahal..."
"PELIKAN!!" Capung dan Kura-kura (yang memang tidak pernah gagap untuk menghentikan Pelikan.) berteriak bersamaan.
"Aku juga sangat kesal dengan masalah tarian itu, tapi kita tidak akan tahu alasan sebenarnya kalau kamu tidak memberi bebek kesempatan bicara!" Capung berusaha mengambil alih pembicaraan, berharap ada alasan rasional yang dapat membuatnya memaafkan perasaan dikhianati karena rupanya Bebek masih terluka akibat pertengkaran sepele yang lalu. Sesuatu yang membangkitkan perasaan bersalah pada Capung. Hewan bersayap itu berpikir, ia dulu tidak menyakiti perasaan sahabatnya, Bebek, sampai mendalam seperti itu, dan ia menjadi kecewa pada dirinya sendiri, karena bersikap kurang peka.

Bebek mengambil nafas pelan, "Aku tidak tahu apakah aku boleh mengatakan hal ini."

"Tapi saya tahu." Jawab suara bijak di belakang mereka.

Bebek, Capung, Pelikan, dan Kura-kura serentak menengok ke belakang dan menemukan Bunda Angsa, dan Soang ("Binatang pendek berbulu mirip bebek yang bulunya kotor, dan entah kenapa dia terlihat begitu menyebalkan," pikir Pelikan.)

"Bunda Angsa!" Semua teman-teman Bebek berteriak girang. Bebek hanya memandang kagum sosok anggun Bunda Angsa.

"Maaf ya, saya tidak bermaksud menguping pembicaraan kalian. Saya baru saja mau menuju kandang angsa setelah mengumpulkan beberapa Katak Strawberry untuk ditukarkan pada Kalajengkin esok pagi. Kalian mau berjalan bersama ke kandang angsa."

Dan mereka pun berjalan bersama-sama menuju kandang angsa.



To be contined....

Rabu, 20 Mei 2009

Sixtent

Rabu, Mei 20, 2009 Posted by Tito No comments
...continued



Kembali kepada si Bebek yang sedang termenung di dkandangnya.

"bek...bebek.. hey" Tok.tok..tok Teman-teman Bebek ternyata datang menghampiri Bebek yang masih dalam kandangnya tersendu diatas jerami. "Ini aku Capung" aku disini bersama yang lain... Saut Capung memanggil kedalam kandang.
di belakangnya sudah berdiri Kura-Kura Brazil dan Pelikan paruh panjang. "i..y...a, i...n.i.. k..i..t..a, a..y..o..k.e..l..u..a..r" panggil Kura-Kura Brazil dengan tergagap. Kura-Kura Brazil sahabat Bebek ini memang selalu tergagap bila bicara, tapi bisa sembuh bila dia bicara sehabis selancar di laut Ombak Besar di ujung pulau dunia binatang. dia memang peselancar yang hebat, tiap dia menepi sehabis berselancar dia akan lancar bercerita betapa ombak begitu tinggi menggulung-gulung, dan dia melakukan Ollie 360 derajat (gerakan memutar Papan skateboard -red) di atas gelombang itu dengan orang lain. tidak tergagap sama sekali. "Lihat kan aku tadi? Ollie 360 derajat ku hebat! kalian lihat kan? aku sebentar lagi akan mengalahkan Pesut itu! dan Kura-Kura Brazil lah yang akan menggantikannya sebagai Raja Ombak pada saatnya!" Ucapnya dengan lantang dan lancar sambil berseri-seri.. tapi untuk mengalahkan Pesut sang Raja Ombak dia harus melakukan Imposible Ollie 720 derajat. dan itu sangat mustahil sepertinya bagi kura-kura seperti dia yang tidak memiliki kegesitan seperti Pesut itu. tapi itu satu-satunya hal yang dia banggakan dan mimpikan.. Setiap Mahluk hidup tidak punya kehidupan bila tidak bermimpi.

Akhirnya Bebek Keluar dengan mata sembab dan bulu-bulu lusuh di badannya.
"Halo teman-teman... ada apa?" tanyanya tidak semangat.
"Kamu ini kemana saja? kami khawatir sekali dengan kamu setelah kami mendengar kabar-kabar tidak mengenakkan yang kita dengar dari para Penggosip-penggosip Burung Beo tentang kamu yang katanya dicium si BAbi kecil Jelek itu kami juga tidak mendengar kabar kamu dan menemukanmu di danau siang ini kemarin kemarinnya lagi kemarinya lagi dan kemarinya lagi sebetulnya kamu ini kemana dan kenapa kamu kok bersembunyi kami ini mau...mhmmm" "Pelikan! STOP!" tiba tiba capung berteriak dan menutup mulut si Pelikan. "Kamu ini jadi binatang Cerewet banget sih!" Protes Capung. Pelikan memang sangat cerewet. dia bisa menceritakan kejadian dalam satu hari dalam satu hembusan nafasnya. tanpa berhenti.... kadang dia juga berbicara kesana kemari tanpa juntrungan. kadang-kadang teman-temannnya kesal dengan tingkah lakunya ini tapi terasa sepi bila dia tidak ada disekitar. Dia unik, dan dia pendengar yang baik juga...jadi tidak sedikit yang selalu saja curhat tentang masalahnya dengan si Pelikan dan si Pelikan akan memberi nasihat panjang lebar tanpa putus tanpa sedikit pun menggurui, itulah kenapa dia selalu saja menjadi teman yang selalu di cari. Kelemahan yang bisa memberikan kelebihan.

"Iya, kamu kenapa? kita belum mendengar cerita dari kamu. kamu juga tidak cerita kalau kamu sedang dekat dengan si Babi itu, kami ingin kamu mencertikannya semua dari awal" lanjut si Capung.
"i....y.a, k..a..m.i. m..a..u..y..a.n.g..k..o..m.p..l..it..c..e..ri..ta..n..ya.." tambah si Kura-Kura Brazil.
"Baik-baik, aku akan bercerita.. mungkin sebaiknya kita sambil berjalan menuju ke kandang Bunda Angsa. aku butuh nasihat dari dia.." Sambut Si Bebek.

Capung, Kura-Kura, Dan Pelikan sepakat unutuk berjalan menuju Kandang Bunda Angsa,Capung terbang rendah tentunya. Bunda Angsa adalah guru Menari Si Bebek dan Sudah dianggap Seperti Ibu kandung sendiri oleh si Bebek yang Sudah tidak memiliki Ibu lagi. begitu juga sebaliknya ,Sang Bunda Angsa juga menganggap Si Bebek Anaknya sendiri.
"Jadi kita akan ke kandang Bunda Angsa, yang terletak di sebelah utara Danau Kilau tapi aku dengar dia sudah memiliki murid baru yang bernama Soang aku geli mendengarnya soang mana bisa soang bisa menari aku pikir....."
"PELIKAN!!" Teriak Teman-teman yang lain protes.

si Bebek mulai bercerita....


to be continued....

Minggu, 17 Mei 2009

Sol

Minggu, Mei 17, 2009 Posted by Tito No comments
...continued

Sepanjang perjalanan Bekantan dan Dodo terus menerus cekikikan menceritakan kabar burung. Dodo, dengan sangat bersemangat bercerita, "Kalau sampai tidak terbukti, berani bersumpah deh, biar saja anak-cucu Dodo punah!!" Ditimpali dengan gelak Bekantan yang dengan bersemangat berteriak, " Yah, kalau sampai terbukti sebaliknya, saya berani bersumpah biar saya minum semua kotoran si Luak ini." Dan mereka tertawa bagai dua binatang sinting sepanjang jalan.

Luak dengan wajah sok tenangnya mencoba mengingatkan, " Hei, kalian lupa betapa tajamnya telinga Raja Beruang?" Dan bersamaan dengan kata-kata itu, senyaplah seketika pembicaraan antar Bekantan, dan Dodo. Mereka saling melirik, dan diam menahan tawa masing-masing. Tapi ketenangan itu terusik oleh beberapa lusin lebah yang muncul dari entah mana mengelilingi mereka, menghadang jalan mereka.

"Siapa kalian?" Ketus salah satu lebah dengan tangan belepotan madu putih yang keruh.

"Kami dipanggil oleh Sang Raja Besar kesini." Jawab Dodo setengah berteriak. Lalu ia mengeluarkan sehelai surat dari anyaman rami yang sangat halus, dan menyerahkan rami itu pada gerombolan lebah.

Lebah-lebah itu berkumpul dan membaca anyaman dan ikatan rami. Berusaha memecah sandi yang tersembunyi dalam surat tanpa tulisan itu. Bekantan, yang terlihat cemas, segera menunduk malu hingga merah ujung hidungnya. Dodo yang melihat kegelisahan si Bekantan hanya berbisik, "Ya, perjalanan kamu boleh berhenti disini. Ingat, jangan sebarluaskan berita burung tadi. Semua berita burung hanya dapat dimengerti jika dijelaskan oleh kaum kami, jangan coba-coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri."

Bekantan tergagap," Bagaimana kamu akan tahu jika kabar burung itu tersebar oleh aku atau oleh babi jelek itu?"

Dodo mendengus malas, "Babi jelek ini takkan mengerti. Mencium bebek? Puh.. Makhluk apapun yang berani-beraninya mencium bebek dari kandang sebelah danau petaka itu pasti sudah tak punya otak. Bebek? Ya ampun,, dari semua makhluk yang tercipta di muka bumi ini?"

Babi kecil jelek mendelik marah dengan muka padam. Ia sangat kesal. Ia sangat marah, dan ia hampir saja melompat untuk menggigit pantat besar Dodo yang sok tahu itu, ketika tiba-tiba Bekantan berteriak melenguh dan gerombolan lebah menyingkir memberi jalan. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Bekantan melompat ke atas pohon, dan berayun menghilang dari antara mereka.

Seekor lebah di sebelah telinga babi berbisik kesal pada lebah lain di sebelahnya, "Kabar burung itu lagi?" Babi kecil segera menatap mereka dengan penuh tanda tanya. "Lagi?" Si lebah, yang menyadari babi itu mendengar ucapannya berbisik lebih pelan lagi, namun kali ini ia membisikkan kata-katanya untuk babi, "Hei, kamu sangat pintar memilih seekor bebek paling cantik untuk dicium. Pada saatnya, kamu tidak akan menyesal barang setetespun."

Dan muka babi kecil kembali merah padam, karena malu dan terbayang paruh manis itu kembali. Ia mencoba mengalihkan pandangannya pada lebah dengan tangan berlumur madu yang sedang membaca surat dari rami.

"Raja sibuk! Kembali besok atau ingin menyelesaikan urusan ini dengan bertemu Asisten Deputi KemBuBIIDDBin (Kementerian Binatang Urusan Bencana Isu Internal Dalam Dunia Binatang) ?" Ketus lebah yang selesai membaca gulungan rami seraya menyerahkan surat itu ke paruh bengkok besar Dodo.




to be continued......

Selasa, 12 Mei 2009

Senin, 11 Mei 2009

Quarto

Senin, Mei 11, 2009 Posted by Tito No comments
...continued


Dalam lelapnya si Babi bermimpi...
mimpi tentang hari itu, hari dimana dia sedang terpaku pada seekor Bebek, Bebek putih leher jenjang yang sedang menari-nari di Danau Kilau Cahaya sebuah danau yang bergemilangan butir-butir cahaya karena sinar matahari atau bulan, sebuah danau tidak terlalu luas yang sangat indah. Si Babi di bawah pohon kenari memandangnya dari pinggir Danau Kilau Cahaya melihat bagaimana tarian Bebek memercikan butiran kristal dari air danau yang terpantul sinar matahari... 'Sangat indah' gumamnya dalam hati. dan detik berjalan sangat lambat. Tarian Bebek Putih menjadi slow motion dalam pikirannya, dia mendetailkan setiap gerakan tarian Bebek Putih hingga 1 fps(frame per second -red). tapi tidak dengan detak jantungnya yang berdetak sangat cepat.
"Pluk!" sebuah kenari jatuh di hidungnya membuat dia tersadar dari lamunannya dan tersadar
kalau dia sedang Jatuh hati.

Merasa diperhatikan si Bebek pun menoleh ke arah Babi. dan menghampirinya, si Babi tersadar dan akhirnya tergagap karena kaget dan binggung. "Hei, Kamu ngapain liatin saya?" "aa..a.aaa aku..." Gagap si Babi sambil mencoba mengatur nafasnya 'huff......huff..' "Kenapa?! kamu ini penguntit ya?!" suara Bebek yang meninggi dan mendekatkan paruhnya ke Babi membuat si Babi makin gelagapan. "tiidd...bu..kkaaann..ehhmm... akkuu... bkkaaan..." "lalu, kenapa dari tadi kamu diam terus liatin saya dari sini?" "Aa...kkuuu... ssuukkaa.. kkammuu.. eh maksdnya sssuukkaaa ttariaan kammm...uuu." ucap si Babi sambil berlari menjauhi si Bebek, dia bisa jatuh pingsan kalau tidak segera pergi pikirnya. dia berlari sangat cepat dengan kaki-kakinya yang mungil tanpa menoleh lagi. hingga tertabrak sesuatu hingga dia agak pusing.. dan berkunang-kunang kepalanya... ternyata si Luak. ah menggangu mimpi indah ku saja, umpat si babi dalam hati.

Dia memanggil namanya.. sambil menepuk pipinya "Bi..Babi.. Bangun.. hey... ayo bangun..." ternyata itu bukan mimpinya lagi. dia terbangun oleh sang Luak yang menepuk-nepuk pipinya.. setelah sadar ada Burung Dodo dan Bekantan di belakang si Luak. "Hey... bangun kamu di panggil Raja Beruang.." kata Luak. "Ada urusan apa?" si babi heran "Dia mau mendengarkan cerita tentag flu yang heboh itu" akhirnya Si Babi pun ikut mereka ke Pusat Kerajaan yang tidak jauh dari hutan...



to be continued....


Kamis, 07 Mei 2009

(#3)

Kamis, Mei 07, 2009 Posted by Tito No comments
continued....
Pohon kebijakan, yang diam-diam mendengar sedu si bebek, terkikik geli. Babi kecil, yang sesengukan di bawahnya heran. "Mengapa kau tertawa?" Dan pohon tersebut hanya tersenyum mendengarnya. Dengan lembut, ia jatuhkan beberapa helai daun untuk menunjukkan bahwa ia peduli pada si Babi kecil.

"Makhluk penghuni bumi yang baik," jawab pohon kebijaksanaan dengan lembut, "Tidak perlu menangisi pelajaran berharga yang akan kau dapatkan sebentar lagi. Sebuah pelajaran yang akan membuat belajar untuk memilih, dan mungkin...." Pohon kebijaksanaan terlihat sedikit kesulitan mendapatkan kata-katanya. " Dan mungkin...akan membuatmu membenci kehidupan, suatu hal yang sangat lumrah bagi mereka yang belum mengerti arti kehidupan sesungguhnya." Pohon itu mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan, "Namun, kau harus selalu ingat bahwa setiap makhluk memiliki jalan kehidupan yang paling sempurna bagi hidupnya masing-masing."

Si babi yang tak mengerti apapun, mulai merasa nyaman dalam ketidaktahuannya. Ia melingkarkan buntutnya yang tipis, dan memeluk kaki belakangnya. Segera, kenyamanan membawa si babi terlelap dalam pelukan akar pohon kebijaksanaan.


to be continued...


Rabu, 06 Mei 2009

Part deux

Rabu, Mei 06, 2009 Posted by Tito No comments
....continued

***

Pada saat itu Bebek manis termenung dalam kandangnya, tidak menghiraukan saudara-saudaranya yang sedang bersenang-senang mengarungi danau kilau cahaya, dia sepertinya tidak selera menjalani aktifitas yang sangat dia senangi hari ini, menyusuri danau kilau cahaya, dan menari-nari dengan angun bersama saudara-saudaranya yang lain.
hari ini dia hanya duduk diam diatas jeraminya. menekuk muka kedalam sayap kanannya.
dia sedih. dia malu. entah. dia tidak tahu apa yang dia rasakan. Apakah ini kesalahan? apakah ini sebuah kobodohan?
bukan. dia merasakan yang aneh. entah apa itu. sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Sejenak dia merasakan ribuan kupu-kupu dalam perutnya. sesaat Babi itu menciumnya. tapi dengan cerita yang disebarkan si Luak (mirip monyet -red) yang tersebar ke pelosok negeri, tentang isu virus flu, tentang si Babi yang menyebabkan itu semua. dia seperti merasa bodoh, malu, kecewa, takut, cemas, khawatir. semuanya bercampur. kini kupu2 di perutnya pun naik ke atas jantungnya. tapi yang pasti, ini semua tentang Babi itu.

Tanpa sadar Air matanya mulai menetes... dia menenggelamkan kepalanya lebih dalam. dia menangis, untuk sebuah perasaan yang dia sendiri tidak tahu apa itu. bulu indahnya pun mulai rontok perlahan.



...to be continued

Senin, 04 Mei 2009

No. 1

Senin, Mei 04, 2009 Posted by Tito No comments
....the story begin here...

Babi kecil jelek itu berlari dan menguik-nguik sedih ke dalam pelukan pohon kebijaksanaan di satu hutan. Ia menangis bukan karena ia diejek oleh sebab dirinya yang jelek dan kecil. Toh, ia sudah terbiasa dicela dan ditertawakan karena rupanya yang sangat luarbiasa buruk itu. Yang membuat si babi kecil ini sedih karena ia dituduh menyebarkan pilek jelek ke dunia para manusia, hanya gara-gara ia telah mencium seekor bebek!!
Si luak, yang mengintip momen istimewa itu terpingkal-pingkal hingga jatuh berguling-guling di atas tanah. Kemudian luak jahat itu mulai bergunjing soal si-babi-yang-paling-jelek-dan-kecil-itu-mencium-bebek!! Tidak berhenti sampai di situ, pengadilan para binatang pun memvonis bahwa ciuman itu buruk untuk para manusia, dan dunia hewan harus lebih berhati-hati jikalau mereka ingin mencium hewan jenis lain.
Tapi hal yang paling buruk dari ini semua adalah ketika si bebek, yang tersadar telah dicium oleh babi paling jelek dan kecil, merasa sangat malu, hingga merontokkan beberapa bulu sayapnya, dan berpaling menjauh dan hilang dari pandangan si babi.
Babi itu terus berusaha mengejarnya, namun kakinya yang kecil, dan wajah jeleknya membuat si babi tak mampu mengejar dan menangkap bebek itu dalam pelukannya. Dan babi itu tak mampu mengetuk kandang bebek, karena ia terus merasa gugup mengingat paruh bebek yang begitu tipis, hangat, dan sedikit basah. Dan ia takut bebek manis yang diciumnya merasa malu karena seekor babi jelek mengetuk kandang mereka untuk meminta maaf pada si bebek. Jadi alih-alih mengejarnya bebek, dan mengetuk kandang, babi kecil ini masuk dalam hutan.
Lalu babi itu mengotori wajah jeleknya di bawah pohon kebijaksanaan dengan air mata yang tak jelas untuk siapa dijatuhkannya. Mengasihani dirinyakah?

(to be continued)